Letih terlihat diwajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Dibalik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu
Nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah
Reff :
Pesonamu... masih jelas kurasa hingga kini
Menemani hingga ku dewasa
Derai airmata dan pengorbananmu takkan tergantikan
Terima kasih ibu...
Waktu cepat bergulir
Sisakan banyak kisah
Dia yang kau cintai tlah lama meninggalkan dirimu sendiri
Namun tetap kau berdiri tegak pada dunia
sisi lain kehidupan yang membuat diri hanyut dalam suatu kenikmatan, kebahagiaan, keindahan, kedewasaan dan motivasi agar menjadi lebih baik
22 Desember 2009
Pesona potretmu
persembahan : mBak riez di 12.22
21 Desember 2009
Shopaholic
Suatu hari saya membaca iklan di salah satu koran nasional tentang "Midnight Sale". Awalnya saya nggak faham apaan sih itu?. Ternyata, belakangan ini banyak pusat-pusat perbelanjaan memberlakukan program tersebut. Midnight sale is the shopping activities carried out by one of the shopping center in the mid of night (when normally the activities of community life is finished). Tujuannya macam-macam, bisa untuk sekedar meramaikan 'malam tertentu', atau memang mall tersebut sedang mengadakan cuci gudang, atau bisa jadi para pegawai mall itu siangnya pada minum kopi sehingga malemnya nggak pada bisa tidur (heheee, ngarang).
Apapun itu, yang jelas adalah kegiatan menghabiskan duit (bagi yang berduit). Dan bagi yang enggak punya duit, bisa sekedar untuk berkunjung, cuci mata, jalan-jalan saingan sama kalong...
Berbelanja itu nggak dilarang kok, asal jangan sampai 'gila belanja' atau bahasa kerennya "Shopaholic". Dalam kamus Oxford, Shopaholic ; a person who enjoy shopping very much and spends too much time or money doing it. Atau, Aholic ; liking something very much and unable to stop doing or using it. Identitas Shopaholic itu seperti pada kecanduan belanja tanpa mampu menghentikan.
Orang yang mengalami "Aholic" terhadap "Shop", membuat dirinya tidak akan tentram kalau sehari saja tidak belanja sesuatu. Tapi, tidak setiap orang yang sedang belanja banyak bisa disebut "Shopaholic". Bisa jadi orang itu seorang ibu dengan 5 anak (seperti saya, ehheheee) dan belanja sekali sebulan atau seorang panitia acara makan-makan di kelurahan.
Anehnya, penyakit "gila" jenis ini justru kerap dikagumi orang. Masyarakat lebih memilih berdecak kagum menyaksikan seorang wanita yang sebentar-sebentar pergi ke mall atau pusat perbelanjaan dan pulangnya membawa berbagai barang dengan jenis ukuran kantong belanja dari berbagai merek. Padahal, barang-barang itu seringkali hanya menjadi sampah di rumah.
Dalam Al Qur'an QS. Al Isra' ayat 27 disebutkan "sesungguhnya orang-orang yang mubadzir itu merupakan temannya setan, sedangkan setan kepada Tuhan bersikap kafir". Ayat tersebut menegaskan bahwa seseorang yang berteman dengan setan akan jatuh pada kekafiran. Maka, "Shopaholic" masuk dalam kategori "kafir nikmat". Rezeki berlimpah yang dititipkan ALLAH semestinya di obral guna memperbanyak amal.
Semoga kita dijauhkan dari segala ke-kufuran.
persembahan : mBak riez di 14.55
Eh,,, ketemu lagi...
Saya bukanlah blogger sejati. Jadi, nge-blog buat saya merupakan usaha “sampingan”, secara I am just a simple person *nggak ada hubungannya kali*. Maksudnya, jika memungkinkan dan ada waktu, saya akan melakukan hal-hal yang harus saya lakukan tapi jika nggak ada, ya sutralah… simple ya.
Dan saking ‘sangat biasa’ nya, ketika menghadapi hal-hal yang ‘luar biasa’, saya pun nggak siap. Contohnya ; ketika dulu waktu jamannya nge-blog lagi hot-hot nya, seolah-olah saya nggak mau ketinggalan nge-blog, apa dan bagaimana blog, saya pelajari dan berusaha memahami. Seiring berjalannya waktu (dan bertambahnya usia pula ha ha), saya jadi kog agak pelupa… (asli kalo ini ngaku…). Lupa gimana caranya ngganti foto, apalagi ngganti background dan yang paling parah adalah lupa password blog saya ini!!!... Itulah tadi mengapa saya katakan, saking ‘sangat biasa’ nya saya sehingga hal-hal yang ‘luar biasa’ jadi kacau.
Ya, bagi saya, nge-blog adalah hal yang luar biasa. Kadang-kadang suka ngiler ketika baca blog teman2, search dan nemu blog bagus apalagi owner-nya adalah orang yang nggak jauh beda dengan saya (ibu dengan beberapa anak). Kok mereka bisa dan saya enggak?. Saya langsung ingat perkataan guru saya : “jangan pernah berkata TIDAK BISA”,,, Ooh hohooo kesimpulannya, ternyata "saya kurang berusaha".
Walhasil, siapapun kita, jika tidak pernah dan mau berusaha, jangan pernah berharap akan berhasil.
Dan akhirnya, kita ketemu lagi disini. Mudah-mudahan saya istiqomah dalam segala hal, termasuk dalam hal per-blog-an ini… Amien
persembahan : mBak riez di 14.51
25 Mei 2009
Hi, It's Me...
persembahan : mBak riez di 08.30
07 Januari 2009
Law of attraction
persembahan : mBak riez di 13.15
Dan alergi itu...
Sabar dalam menerima musibah, akan meringankan penderitaan dan bisa menghapus dosa seseorang pada Tuhan...
persembahan : mBak riez di 13.05
Jangan malu bermimpi
persembahan : mBak riez di 12.18
Cukup satu langkah
persembahan : mBak riez di 11.53
Janji-MU
persembahan : mBak riez di 11.43
18 November 2008
Sendiri Lagi
persembahan : mBak riez di 04.46
24 Oktober 2008
Sendiri dulu
Rasanya memang beda. Ketika seseorang yang 'masih sendiri' (single) dan yang 'sudah tidak sendiri' (double), mereka akan memaknai kesendirian, dari arti dan sudut pandang yang berbeda.
Almarhum Ayah mertua saya dulu pernah bilang : "deket bau T*I, jauh bau WANGI". Begitulah yg sekarang ini yang sedang saya dan suami saya rasakan. Bukan faktor kangen2an semata. Tapi, ada hal-hal yang sesungguhnya ketika "bersama", menjadi sebuah konflik dan saat "berjauhan", menjadi sebuah ketergantungan.
Sejak kami berjauhan, setiap hari, ketika saya sudah lelah melakukan aktifitas sehari-hari, suami saya menyapa saya via chatting yang notabene, dia baru segar bugar dan akan bersiap melakukan aktifitas.
"Ma, gimana caranya rapiin tempat tidur?. Ada 8 lapis nih, yang mana duluan?".
Pertanyaan tersebut buat saya sangat menggelikan, karena selama kami hidup bersama, boro-boro ngrapiin tempat tidur, jangan-jangan yang namanya seprei aja dia gag tau, hehe.
Mungkin, kalo dia bertanya ketika kami dekat, akan saya cuekin. Tapi, karena kami sedang berjauhan, dengan sabar saya arahkan pelan-pelan.
Begitu juga ketika disini saya harus menghadiri sebuah undangan pernikahan. Padahal, biasanya saya lebih memilih hadir bersama teman-teman atau saudara, ketimbang dengan suami. "Pa, nanti malam ada undangan, aku males hadir ah, sendirian...", hehehe.
Tapi, ada juga hal-hal yang biasanya saya lakukan bersama suami, yang sepertinya saya tidak mampu utk melakukannya, tiba-tiba saya bisa. Seperti ketika beberapa hari yang lalu, saya dengan sukses melobby dan bertemu dengan salah seorang pejabat. Biasanya untuk hal tersebut, saya tidak mau tau, itu urusan suami saya.
Dan juga ketika menghadapi anak sakit. Biasanya saya akan panik, tapi Alhamdulillah saya ringan saja membawa ke dokter, beli obat dan meminumkannya.
Ketika "pasukan tempur" sedang "perang", biasanya juga saya akan ikutan "perang" dan langsung menyerahkan kondisi tersebut kepada suami saya, tapi kali ini, alhamdulillah ringan saja.
Dahulu, nabi Adam juga sendiri dan setelah itu ketemu Hawa yang juga sendiri. Manusia diciptakan berpasang-pasangan. Pada saatnya, akan terjadi "kesendirian" lagi, ketika dikubur di liang lahat nanti.
Kepada suami saya ; Terimakasih telah menjadikan saya sebagai "seseorang" meskipun tidak sekelas "wonder woman". Terimakasih juga telah menjadikan saya mengerti apa arti hidup beserta prosesnya.
persembahan : mBak riez di 07.40
22 Oktober 2008
Apa kabar ?
Temans, apa kabar ?.
Setelah sekian lama kita tak pernah jumpa. Banyak yang 'tlah berubah, dan ku ingin dengar dari ceritamu...
Ya, maafkan saya karena lama gag posting. Tapi, bukan berarti kreatifitas saya jadi terhenti, ide-ide juga jadi mandek. Justru, saya sedang mencari refleksi diri, mengkoreksi diri, apakah selama ini yang saya lakukan sudah benar?, sudah sesuai?, sudah seimbang?...
Aaah, tergantung dari sebelah mana melihatnya. Kalau memang orang selalu memandang bahwa hidup ini jeleeek terus, ya mau gag mau 'mind' dia akan terbentuknya negative thinking terus, termasuk menilai diri saya.
Tapi, tidak apa. Semakin seseorang mendapat "terpaan angin", semakin kuat dia akan berdiri dan berjalan menapaki hidup.
Jadi, be positive. Yakinlah, segala sesuatu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dan, apabila kita melihat suatu keburukan, rubahlah dengan menggunakan lisan. Apabila tidak bisa, rubahlah dengan hati atau lebih baik DIAM.
Salam kangen selalu...
persembahan : mBak riez di 19.49
23 Juli 2008
Starting to busy again
persembahan : mBak riez di 11.57
14 Juli 2008
Misteri Ilahi
persembahan : mBak riez di 19.03
01 Juli 2008
Libur 'tlah tiba
persembahan : mBak riez di 19.55
27 Juni 2008
Dalam hati saja
persembahan : mBak riez di 08.48
24 Juni 2008
Inna ma'al 'usri yusroo
persembahan : mBak riez di 20.54
16 Juni 2008
Yang muda, yang bergaya
persembahan : mBak riez di 15.58
15 Juni 2008
Apa yang saya cari?
persembahan : mBak riez di 17.51
09 Juni 2008
Adilkah ini cinta ?
persembahan : mBak riez di 19.35
