23 Mei 2008

Dare

Tanpa bermaksud meniru kata-kata dari seorang ketum parpol, "hidup adalah perbuatan"... Bagi saya, itu benar dan akan lebih benar apabila "hidup adalah sebuah tantangan".
Can you take a dare?...
Siapa saja yang menjalani hidup, pastilah harus berani berkata bahwa hidup adalah sebuah perbuatan yang penuh dengan tantangan.
Setiap perbuatan, harus disertai dengan tanggungjawab. Dan setiap tantangan, harus dihadapi dengan berani. Berani Hidup, Tak Takut Mati. Takut Hidup, Mati Saja.


22 April 2008

Pantang menyerah

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi dari segi positif. Tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan, tidak membuat seseorang dikatakan gagal, karena orang yang tidak berhasil untuk pertama kali bisa mencoba lagi untuk kedua kalinya, dan orang yang gagal kedua kali bisa mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai ia berhasil. Tetapi patah semangat yang muncul karena tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan bisa membuat seseorang gagal.
Menjaga konsistensi kegigihan dan pantang menyerah sama artinya seperti kita pergi mencari rahasia sukses dari orang-orang tersukses yang kita kagumi. Hidup ini mengajarkan kepada kita semua untuk selalu melintasi semua medan perjalanan tanpa pernah mengeluh apa lagi putus asa terhadap situasi dan kondisi yang kita temukan di medan perjalanan tersebut. Konsistensi semangat juang harus selalu terpelihara dalam situasi dan kondisi apa pun, sebab hanya itu yang bisa membangkitkan kita dari setiap keterpurukan yang kita alami selama perjalanan hidup kita dalam mengejar mimpi, cita - cita, dan harapan.
Sifat gigih dan pantang menyerah adalah sebuah wujud kepribadian seseorang yang tanpa rasa bosan bangkit dari satu kegagalan ke kegagalan lain dan akhirnya mencapai sukses dan keberhasilan. Rajin dan Pantang Menyerah adalah sepasang sifat dasar yang harus dimiliki seseorang untuk sukses dan berhasil mencapai apa yang dicita-citakan serta mencapai sesuatu yang diperjuangkan. Seseorang yang gigih, rajin dan pantang menyerah adalah seseorang yang memiliki daya imajinasi dan kreatifitas yang tinggi karena dengan kedua daya itu, dia senantiasa berusaha memberi berbagai jawaban atas keragaman tantangan yang dihadapinya.
Dalam setiap usaha mengejar mimpi dan harapan, ada-ada saja cobaan yang akan kita alami, semua itu untuk menguji keteguhan hati serta kesiapan kita untuk naik ketingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kita tidak boleh terlalu bernafsu, terlalu ambisius, terlalu terburu-buru, ataupun selalu tak sabar. Kalau kita terlalu berambisi dan bergerak maju secara membabi buta tanpa perduli kepada pengendalian resiko, kita akan selalu buta untuk melihat apa yang diberikan Tuhan sepanjang perjalanan hidup kita dalam upaya menemukan mimpi dan harapan. Hak kita untuk mempercayainya, tapi saya sendiri sangat yakin bahwa Tuhanlah yang telah menciptakan semua naskah cerita untuk kita lakoni secara sempurna dan untuk itu kita harus melatih diri melalui segala kebaikan, agar mampu memahami semua isyarat-isyarat dari Sang Pencipta secara optimal.
Beberapa tips yang menurut saya dapat membuat/mempertahankan semangat juang :
  1. Kalau kita mempunyai kecenderungan mudah menyerah, maka langkah pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya, kita akan lebih siap untuk memperbaikinya.
  2. Motivasikanlah diri kita untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Orang yg mudah menyerah, frustasi dan mudah putus asa adalah orang yg gagal.
  3. Arahkan mata kita pada tujuan, bukan pada hambatan. Bila kita memandang pada tujuan, maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya, bila kita terfokus pada hambatan, kita akan mudah kehabisan daya juang.
  4. Beranilah mengambil resiko namun dengan perhitungan yg mantap, hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang. Kalau kita tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada pada tempat yg aman, namun kita tidak akan berkembang.
  5. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian. Anggaplah tantangan sebagai "Sparing Partner" yg akan membuat kita semakin kuat, bukan sebagai raksasa yg menelan kita. Semakin banyak tantangan, semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.
  6. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kita tidak akan berhasil bila pada usaha kita mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.
  7. Teruslah berusaha, ambillah segala kesempatan yg ada, karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai "kegigihan dan pantang menyerah". Ingatlah filsofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus-menerus.
  8. Imbangi kegigihan kita dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan kita terhalang oleh batu cadas, kita tidak perlu membenturkan kepala untuk membuktikan bahwa kita pantang menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaimana cara mengatasinya. Carilah jalur alternatif!.
  9. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Dengan cara itu kita menghemat banyak sekali waktu dan energi yg sangat berharga.
Kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh, 90% orang yang merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal, hanya saja mereka cepat menyerah.
Semangat adalah makhluk yang tidak konsisten, dan dia bisa membuat kita terlalu berlebihan dalam bersikap atas sebuah peristiwa yang menguntungkan, atau pun atas sebuah peristiwa yang merugikan. Dia pun bisa menghanyutkan kita bersama emosi negatif, atau membangkitkan kita bersama emosi positif. Namun pada akhirnya semangat tergantung kepada sikap kita, meski semangat sangat berfluktuasi, dia akan mengikuti kemauan kita, bila kita mampu memahami pola fluktuasinya yang konsisten.
Jadi, jangan pernah menyerah jika menghadapi tantangan dalam menggapai mimpi. Asah diri dan mental kita, karena yakin kita mampu. Abaikan setiap kesulitan dan hambatan. Maju terus demi meraih cita-cita. Ketika kita bisa mengalahkan rasa ingin menyerah atau putus asa, pasti kita telah membuka satu kemungkinan untuk bisa menggapai mimpi/sukses kita. Jadi pelihara dan teruskan semangat pantang menyerah, karena semangat pantang menyerah adalah langkah awal kita untuk menggapai mimpi atau sukses.
"Kegagalan adalah guru kita, bukan penghambat kita, kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda, bukan kekalahan. Dan obat dari kegagalan adalah gigih dan pantang menyerah".

11 April 2008

Mimpi

Hidup ini seperti mimpi. Sepertinya baru kemaren saya di lahirkan, dan masih teringat jelas di benak saya ketika beberapa puluh tahun yang lalu, ibu saya pagi-pagi secara rutin menyiapkan seragam merah putih, menggoreng nasi dan menghidangkannya untuk sarapan pagi saya beserta adik-adik. Dan, kemudian mengantarkan kami sampai pintu depan rumah untuk selanjutnya kami di antar abang tukang becak menuju sekolah.
Rutinitas seperti itu sekarang terjadi kepada saya. Setiap pagi, "seharusnya" saya melakukan ritual tersebut. Saya sadar, saya belum melakukan se sempurna yang ibu saya lakukan. Sepertinya saya masih bermimpi bahwa hidup ini berlangsung begitu cepat.
Beberapa hari lalu, saya menjenguk adik saya yang baru melahirkan. Bayi mungil itu, memang di ciptakan oleh Tuhan untuk hidup di dunia sekarang ini, tidak kemaren, tidak tahun lalu. Bahwa kehidupan yang akan datang, sudah direncanakan oleh NYA. Apapun dan bagaimanapun keadaannya, Tuhan sudah mendesign. Akan beratkah?, rumitkah?. Dan, sepertinya bayi yang baru dilahirkan sekarang ini, akan mempunyai mental yang lebih kuat. Tidak seperti saya, yang sepertinya rapuh, mudah mengeluh dan kentara sekali tidak siap menghadapi hidup karena saya merasa seperti masih mimpi.
Apabila saya tidak dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dan men support saya, mungkin saya sudah hanyut kemana tau, ke arah yang tidak jelas. Apapun yang saya jalani, sepertinya kok salah, tidak pernah beres. Karena saya masih bermimpi...
Dan sepertinya hidup saya di dominasi oleh keasyikan saya menikmati mimpi. Apalagi, mimpi-mimpi yang datang ke saya, sangat variatif bentuknya ; baik, buruk, menyenangkan, menyedihkan... yang kesemuanya itu sangat-sangat saya nikmati.
Teman saya menganggap, hidup saya sudah terlalu enak. Itu karena saya sedang diliputi mimpi baik. Ada juga yang bilang, hidup saya sangat menyedihkan, itu karena ketika saya sedang diliputi mimpi buruk.
Merealisasikan mimpi, tidak semudah yang dibayangkan. Bahwa untuk mencapai mimpi, harus selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Setiap kali ada sandungan yang membuat diri jatuh, jangan terus dipelihara. Sebaiknya, berusaha untuk selalu menjadi baik dengan menciptakan perubahan. Dan perubahan itu tidak menjamin tercapainya perbaikan, tetapi tidak ada perbaikan yang bisa dicapai tanpa perubahan......

06 April 2008

Get married

Beberapa kawan sedang rajin konsultasi ke saya tentang pernikahan. Mendadak saya beralih profesi jadi konsultan pernikahan. Yang paling sering ditanya adalah, bagaimana cara pertama kali menghadapi keluarga si calon, mengingat menikah bukan hanya menyatukan dua hati, tapi juga menyatukan dua keluarga.
Cinta adalah urusan hati, manusia tidak punya kuasa terhadapnya. Hati berada di genggaman tangan Tuhan, dan akan diperlakukan sesuai kehendakNYA. Andai cinta bukan mutiara berharga, tidak akan mungkin para Nabi di utus sesuai zamannya. Rasulullah telah menegaskan kenyataan ini. Ketika api asmara mulai membara, tak ada yang bisa memadamkan kecuali dengan menikah. Beliau bersabda : "dua orang yang saling mencintai, hendaknya segera menikah".
Menikah bukanlah untuk mencari orang yang sempurna, tapi untuk sama-sama membuat diri menjadi lebih baik. Itu intinya. Hanya malaikat yang mempunyai kesempurnaan. Tapi, berusaha untuk menjadi sempurna adalah sesuatu yang baik.
Dalam Al Qur'an di sebutkan : Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar-Ruum 21).
Dalil yang menta'qidkan seseorang untuk menikah, sudah sangat jelas. Tetapi kadang-kadang, orang masih saja takut untuk menikah. Alasannya banyak, diantaranya adalah karena faktor ekonomi dan kesiapan mental dalam membentuk keluarga yang sakinah untuk menghadapi masa depan. Padahal Allah telah memberi jaminan : "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN, ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32) .
Banyak cara menuju pernikahan ; ada yang pacaran berlama-lama, tetapi pada akhirnya menikah juga. Ini menunda kenikmatan namanya... Ada juga pasangan yang sudah lama menikah tapi kemudian cerai, padahal pernikahan mereka di dahului dengan pacaran dengan jangka waktu yang lama. Ah, sedih.... Ada juga pasangan yang dijodohkan oleh orang tuanya, akhirnya hidup bahagia. Padahal sebelumnya, orang-orang yang anti perjodohan akan berfikir, gimana nantinya bisa 'klik' karena sebelumnya belum pernah saling mengenal.
Tak ada dosa bagi cinta yang dikendalikan oleh kasih sayang dan taqwa. Muara satu-satunya bagi cinta berhiaskan taqwa adalah pernikahan. Bila pernikahan masih mustahil, maka sabar atas derita menahan diri adalah satu-satunya solusi.
Ada yang harus dibedakan antara cinta sebagai tindakan dan perilaku, dan cinta sebagai perasaan. Cinta yang halal adalah cinta yang masih terbatasi pada dinding perasaan. Sedangkan bila telah melompati pagar dan memasuki wilayah tindakan, seperti ; ciuman dan pelukan, maka hukumnya menjadi haram. Dari tindakan itu akan lahir banyak sisi negatif, sebab sangat sulit bagi pengagung cinta untuk mengendalikannya. Hanya taqwa dan tulus kasih sayang yang bisa mengekangnya.
Tetapi, bagaimanakah sebenarnya cinta yang kita kehendaki?. Kita menginginkan cinta yang mampu mereformasi hati dan jiwa. Kita mendambakan cinta yang memotivasi pelakunya untuk menorehkan catatan sejarah dengan tinta emas sebagai kisan dan kenangan terindah...
Jodoh, mati, rezeki semua ada di tangan Tuhan. Tinggal diri kitanya masing-masing yang harus pintar menjaganya.

03 April 2008

Nyuci kereta

Sejak dua hari lalu, saya berada di kota Medan, mendampingi suami yang sedang ada tugas beberapa hari ke depan. Sebenarnya, Medan bukanlah kota yang asing buat saya, banyak teman-teman dan berbagai urusan yang bersangkutan dengan kota tersebut. Hanya saja, saya jarang sekali nyambangi kota Medan ini, seingat saya baru 2 kali dan itupun dalam interval waktu yang sangat lama.
Tidak banyak yang berubah, hanya saja sudah banyak mall-mall besar di sekeliling kota. Becaknya juga masih Betor, alias Becak Motor. Oleh-oleh khas nya pun masih sama, yaitu teri Medan yang terkenal itu.
Saya termasuk orang yang hobby travelling. Secara kebetulan, pekerjaan saya berhubungan dengan tour&travel. Sangat mengasyikkan, bisa jalan-jalan gratis, dapat duit pula.
Saya sangat menikmati dan mengagumi berbagai ragam kebudayaan yang ada di Indonesia. Kalo sedang mengunjungi suatu daerah di Nusantara ini, pasti yang saya cari adalah sesuatu yang khas yang belum pernah saya jumpai, misalnya makanan, pakaian, kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat dan juga bahasa daerah setempat.
Diantara perbedaan-perbedaan yang ada, yang paling unik buat saya adalah Bahasa. Setiap daerah, pasti mempunyai bahasa yang berbeda dan makna yang berbeda, yang kadang-kadang maknanya bisa menimbulkan persepsi berbeda terhadap orang yang tidak mengerti tentang bahasa daerah tersebut.
Suatu ketika, saya menelpon ke rumah teman saya di Medan : "halo bu, bisa bicara dengan Regar?". Si ibu menjawab : "oh, dia lagi nyuci kereta". Hah???... Dalam persepsi saya, dia sedang mencuci kereta api bergerbong-gerbong... ck ck ck, betapa rajinnya teman saya itu.
Dan, semalam saya mendengar teman suami saya bercerita : "tadi siang ada kereta nabrak montor, orang yang naik kereta nya mati karena masuk kolong montor". Wuuuaaah...
Sebagai orang Jawa, saya telan mentah-mentah semua perkataan orang-orang Medan tadi, dan saya juga tidak mau berusaha untuk mencari makna dari kata-kata tersebut, biarkan saja. Bisa jadi memang itu montornya sangat besar sekali sehingga bisa melindas kereta sampai-sampai menewaskan penumpangnya. Dan, teman saya itu memang sangat kurang kerjaan, sehingga mau-maunya dia mencuci kereta.....
ps :
kereta ===> dalam bahasa Medan, berarti Sepeda Motor
montor ===> dalam bahasa Medan, berarti Mobil

30 Maret 2008

Investasi

Mau tau masa depan?. Tidak usah tanya tukang ramal, tapi ingat saja nasehat nenek : "masa depan ditentukan oleh apa yang kau lakukan hari ini".
Saya sedang jatuh cinta pada sesuatu yang ada di foto ini, yang menurut saya adalah merupakan investasi yang bukan saja sangat menjanjikan, tapi juga sangat-sangat menguntungkan.
Memang sih, untuk membuat seseorang jatuh cinta terhadap sesuatu yang akan di investasikan, itu memang perlu proses. Saya pun demikian. Pada awalnya, suami saya sangat getol membicarakan investasi, tapi saya tidak peduli, yang penting sekarang saya dan anak-anak bisa makan, beli pakaian, jalan-jalan... that's it.
Tetapi ternyata tidak sesederhana itu. Bagaimana jika nanti sesuatu hal buruk yang tidak terduga menimpa keluarga saya?, khususnya yang menyangkut masalah financial?, apakah selamanya harus hidup seperti apa adanya, tidak memikirkan masa depan?, anak-anak bagaimana?, pendidikannya?, kesehatannya?... Wah, lalu saya berpikir keras gimana caranya supaya saya bisa jatuh cinta sama yang namanya "investasi".
Buat saya, masa depan adalah hari ini. Saya sangat percaya pada perkataan "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian dan akan menemukan wujudnya di masa mendatang". Biar saja, rumah dan mobil saya jelek sekarang. Padahal, kalaupun dipaksakan, saya dan suami mampu untuk hidup bermewah-mewah saat ini. Tapi saya mikir, ngapain beli Jaguar milyaran, toh bentuk ban nya masih sama bundar dan kalau kena macet, masih berhenti juga...
Suatu hari, saya baca di salah satu koran nasional. Koran tersebut menyajikan judul besar "SEDIA PAYUNG SEBELUM BADAI, pertama-tama orang harus melek investasi, kemudian berinvestasilah sebelum badai ekonomi menggulung"... Iiih, maka makin semangat saya untuk berinvestasi.
Pernah saya terbengong-bengong, ketika menyaksikan seorang kerabat membeli gebyok jawa untuk menghias rumahnya. Padahal, kalau dihitung-hitung, harga gebyok jawa itu senilai satu hektar lahan sawit..... Memang, berinvestasi adalah masalah keyakinan. Ada yang bisa meneropong, ada yang tidak bisa dan ada yang remang-remang. Kadang, ada yang berpatokan pada penghasilan bulanan, alias gaji. Bagaimana mau investasi, wong gaji aja pas-pasan?. Pada dasarnya, besaran gaji bukanlah faktor penentu soal mampu tidaknya seseorang berinvestasi. Faktor penentunya adalah gaya hidup dan pola pikir. Jangan berpikir bahwa kita tidak bisa menabung lantaran gaji sedikit. Itu tidak benar. Gaji berapa pun, kalau memang kita masih berpola pikir boros ya sama saja.
Ada tiga tipe kepribadian orang dalam urusan duit. Tipe pertama adalah Si Boros. Ini orang yang doyan ganti-ganti ponsel, mengkoleksi kartu kredit, cita-cita hidupnya bersenang-senang, tetapi uang habis terus. Tipe kedua adalah Si Hemat. Ini tipikal orang yang getol menabung, cita-citanya banyak uang, tapi uangnya tidak banyak-banyak amat. Tipe ketiga adalah Si Investor. Orang jenis ini bercita-cita membangun dana masa depan dan ingin menikmati hari tua, tidak mau repot kalau dirinya sudah tidak mampu untuk menghasilkan uang.
"PADA AKHIR ZAMAN, KELAK MANUSIA HARUS MENYEDIAKAN HARTA UNTUK MENEGAKKAN URUSAN AGAMA DAN URUSAN DUNIANYA" (HR. Atthabrani)

28 Maret 2008

Separuh nyawa

Separuh nyawa saya hilang..........

Kemaren, anak sulung saya kembali masuk asrama sekolahnya setelah libur selama seminggu. Dia adalah separuh nafas saya, dan saya yakin, setiap orang akan merasakan bingung, sedih, kehilangan dan tidak ikhlas ketika separuh nyawa nya 'hilang', walau untuk sementara. Perasaan itu muncul secara otomatis pada diri seorang ibu seperti saya.
Dia, lelaki kecil itu -yang sekarang sudah tidak kecil lagi-, sudah berubah baik secara fisik maupun pemikiran. Ada ketakutan dalam diri saya, takut kalah pinter dan kalah kuat menghadapi hidup. Saya melihat potensi dia sebagai anak sulung, sudah mampu mengerti apa arti tanggung jawab. Dia sudah banyak berubah, dan saya kagum padanya. Saya merasa punya hutang, karena dia belajar semua itu justru tidak dari saya. Dia mencoba mencari arti hidup yang akan dihadapi, seorang diri tanpa didampingi oleh saya. Dan memang begitu seharusnya, karena dia laki-laki. Saya tidak boleh takut dan cemas, karena semua ini merupakan pembelajaran buat saya dan dia.
Ketika masih kecil, dia berlaku sebagaimana anak kecil pada umumnya, nakal dan usil, sampai-sampai saya tidak pernah membayangkan akan terjadi perubahan pada dirinya.
Seminggu lalu, waktu dia kembali ke rumah untuk berlibur, semua daya dan upaya saya konsentrasikan hanya untuk dia. Bahkan, malam menjelang kedatangan, mata saya sulit terpejam, waktu terasa begitu sangat lambat. Dan selama seminggu menemaninya, saya lepaskan semua aktivitas saya yang tidak ada hubungannya dengan dia.
Dan hari ini, dia sudah kembali disibukkan oleh rutinitas sekolahnya. Saya yakin, dia pun menyadari semuanya ini agar mendapat yang terbaik. Sekali lagi, saya harus tawakal, ikhlas, percaya dan selalu berdo'a yang terbaik untuk dia.
Seandainya saja saat ini bisa kukatakan jangan kau tinggalkan.......

24 Maret 2008

Do'a

Tadi siang, saya mengantar jama'ah umroh saya ke bandara Soekarno-Hatta. Ketika berpamitan, saya bilang ke salah satu jama'ah : "do'ain saya ya bu...". Ibu itu balik bertanya : "wah, do'ain apanya ya mbak, wong udah kemilikan semua". Eh, bengonglah saya...
Sebetulnya, siapa saja sih yang boleh berdo'a/nitip do'a/di do'akan?.
Arti do'a adalah memohon atau meminta sesuatu yang bersifat baik kepada Allah SWT, seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita selalu berdo'a setiap saat karena Allah Maha Mendengar.
Tujuan berdo'a adalah memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT, agar selamat dunia akhirat, untuk mengungkapkan rasa syukur dan meminta perlindungan Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.
Suatu hari, saya pernah ngobrol dengan salah satu Kiai besar di Jawa Timur. Alhamdulillah, beliau diberi kenikmatan bahwa anak-anaknya selalu berhasil dalam belajar/menuntut ilmu. Ada yang meraih gelar cumlaude dari universitas terkenal di LN, ada yang mengambil kuliah di 2 universitas negeri sekaligus dengan jurusan yang tidak biasa, ada lagi anak beliau yang masih berusia belasan tapi sudah menghafal sekian belas juz dalam Al Qur'an. Saya bertanya kepada beliau "ya Ustadz, apa sih rahasianya?". Dengan santai beliau menjawab : "saya selalu minta do'a kepada siapa saja untuk anak-anak saya, termasuk kepada penjahat dan bajingan...".
Saya lalu berfikir, orang jahat aja do'anya di dengar sama Allah, apalagi orang baik. Dan bahkan do'a orang yang teraniaya malah justru lebih maqbul. Tuhan bukan hanya ada untuk orang-orang yang ta'at saja, tapi juga ada untuk orang-orang yang berdosa.
Trus, apa ada yang tidak beres pada diri saya, sehingga orang yang saya titipi do'a kok malah meragukan saya?. Kadang-kadang, keadaan yang membuat saya jadi sombong, seolah saya udah nggak perlu do'a dan di do'akan. Seringkali saya di GE ER in sama situasi dan kondisi. Padahal, saya adalah seorang wanita yang sangat biasa yang tidak bisa hidup tanpa cinta dari orang-orang yang mencintai. Saya selalu berusaha dalam setiap apapun, agar semuanya menjadi baik, bi idznillah tentunya. Jadi, saya masih perlu diingetin dan di do'ain agar tidak terlena oleh semua keberhasilan yang sudah di gariskan Allah yang diberikan kepada saya.
Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala yang terjadi di bumi ini.

14 Maret 2008

Motivasi

Last weekend, i went to Bandung with my hubby secara memang saya lagi sangat suntuk dan menginginkan suasana baru. Banyak hal yang membuat saya suntuk ; masalah kerjaan, kangen anak dan lain-lain. Ya lah, orang hidup mah nggak ada beresnya kalo dipikirin.
Di dalam mobil di kawasan tol Cipularang, kala itu hujan sangat lebat, saya terlibat perbincangan hangat dan 'agak berat' dengan suami saya. Diantaranya tentang harapan-harapan ke depan dan juga tentang motivasi.
Saya tanyakan ke suami saya, "apa sih motivasi itu?". Sepertinya dia kaget juga kok tiba-tiba saya bertanya tentang hal tersebut.
Menurut Wikipedia :
Motivasi adalah keadaan dalam diri individu yang memunculkan, mengarahkan dan mempertahankan perilaku. Dengan kata lain adalah dorongan terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) dimaksudkan : desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup dan merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup.
Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh organisasi.
Untuk menghindari kekurangtepatan penggunaan istilah motivasi ini, perlu dipahami tentang adanya istilah-istilah yang mirip dan sering dikacaukan tentang motivasi tersebut, antara lain : motif, motivasi, motivasi kerja, dan insentif.
a. Motif
Kata motif disamakan artinya dengan kata-kata motive, motif, dorongan, alasan dan driving force. Motif adalah daya pendorong atau tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia bertindak. Dikatakan bahwa rumusan yang berbunyi motive are the way of behaviour adalah tepat. Artinya, mengapa timbul tingkah laku seseorang, itulah motive.
b. Motivasi
Motivasi adalah faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action atau activities) dan memberikan kekuatan (energy) yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidak seimbangan. Oleh karena itu tidak akan ada motivasi, jika tidak dirasakan rangsangan-rangsangan terhadap hal semacam di atas yang akan menumbuhkan motivasi, dan motivasi yang telah tumbuh memang dapat menjadikan motor dan dorongan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan atau pencapaian keseimbangan.
c. Motivasi kerja
Bertolak dari arti kata motivasi tadi, maka yang dimaksud dengan motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Atau dengan kata lain pendorong semangat kerja. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja adalah : atasan, rekan sekerja, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan, imbalan jasa uang dan non uang, jenis pekerjaan dan tantangan. Jadi motivasi individu untuk bekerja sangat dipengaruhi oleh sistem kebutuhannya.
d. Insentif
Istilah insentif (incentive) dapat diganti dengan kata : alat motivasi, sarana motivasi, sarana penimbulan motive atau sarana yang menimbulkan dorongan. Dengan pembatasan-pembatasan penggantian istilah-istilah tersebut diatas, dapatlah dihindari pengkacaubalauan penggunaan istilah yang menyangkut motivasi tersebut.
Kenapa tiba-tiba saya penasaran dengan arti "motivasi?"
Selama ini, alhamdulillah saya ditunjuk untuk menangani suatu project kerjasama dengan salah satu lembaga pendidikan di Inggris. Saya sadar, ini merupakan suatu hal yang sangat menguntungkan bagi saya karena akan menambah pengalaman hidup saya. Kesadaran saya bermula dari ketika saya diutus beberapa kali ke negoro Inggris secara gratis, alias saya pergi dibiayai oleh instansi suami saya. Dan, saya pun tidak sendiri, tetapi didampingi oleh beberapa rekan.
Ternyata, ngerjain project dengan wong bule gampang-gampang sulit. Nah... berawal dari inilah timbul pertanyaan saya tentang motivasi.
Seiring berjalannya waktu, saya merasa 'single fighter' dalam mengerjakan project-project tersebut. Ide, inisiatif hampir semuanya datang dari diri saya. Sementara, beberapa rekan saya 'adem ayem' saja. Sepertinya kok saya nggak ikhlas ya. Saya mengeluh... Dimana kesadaran mereka?.
Suami saya berpendapat, ada beberapa kemungkinan kenapa rekan-rekan saya berbuat demikian. Mereka tidak ngerti apa yang harus diperbuat atau mereka sibuk dengan tugas intinya dan bisa jadi mereka sangat mempercayai saya, bahwa segala sesuatu akan running well bila dikerjakan oleh saya. That's it. Saya positive thinking saja.
So, ambil positifnya saja. Apabila kita merasa mampu mengerjakan sesuatu, kerjakanlah. Innallaaha ya'lamu maadza ta'maluun... Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.

10 Maret 2008

Monyet




Ada apa dengan monyet ?
Beberapa waktu lalu, ketika saya mengantar teman-teman bule saya ke Bali, mampirlah kami ke Monkey Forest di daerah Ubud. Foto-foto diatas menggambarkan betapa sebenarnya saya sangat 'over acting' (atau salting???) ketika berhadapan dengan monyet...
Dan, tampaknya sang monyet juga bingung, kenapa nih manusia kok jadi aneh sekali... padahal si monyet hanya sekedar numpang nangkring karena penasaran pengen kenalan dengan wanita cantik berkulit mulus, suiiit suiiittt.....
Lalu, kenapa mesti monyet? bukan kera?
Monyet bisa multi arti ;
- yang sebenarnya adalah nama hewan yang mirip dengan manusia
- apabila di ucapkan dengan nada marah dan ditujukan kepada lawan bicara, maka akan menyebabkan orang tersinggung
- pantas untuk 'misuhi' orang... nggak mungkin ada orang misuh dengan kata-kata "kera luh..."
- dan juga tidak ada orang latah dengan menyebut "aduh kera..."
"Monyet-monyet di hutan, sadarkah kalian selalu diperolok oleh manusia?"
"Hei manusia, kalian ini aneh... mengapa tidak akui saja bahwa pada dasarnya kita memang punya kesamaan?"
Laula al ilmu lakaana annaasu kal bahaaimi = kalaulah bukan karena ilmu, maka manusia bagaikan binatang