29 Februari 2008

Insomnia (monolog antara saya dan khayalan...)

Beberapa hari belakangan, saya sulit tidur. Rasanya mata ini sulit sekali diajak kompromi untuk sesegera mungkin terpejam. Tubuh saya juga seolah-olah udah kompakan sama mata untuk tidak segera melakukan istirahat.
tuuut... tuuut...
"temenin aku, lagi gak bisa tidur"
"ada apalagi?"
"entahlah... too many problems on my mind"
"kebiasaan!!!... jangan terlalu dipikirin apa yang sudah terjadi hari ini. karena kemarin adalah pengalaman, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah mimpi dan harapan"
"mimpi?"
"segala sesuatu apabila dimulai dengan mimpi, hasilnya akan menjadi suatu kenyataan yang indah. karena dengan hadirnya mimpi, seseorang pasti akan berusaha menggapainya sebaik mungkin"
"ah, narsis... setiap orang pasti punya mimpi. trus, kalo seandainya mimpi itu tidak menjadi kenyataan, pasti kekecewaan yang akan di dapat"
"hey, ingatkah tentang tahapan-tahapan meraih sukses? ; berusaha, optimis, yakin, berdo'a, tawakkal dan takdir"
"takdir itu punya Tuhan, jangan suka dibawa-bawa"
"the best decision maker is HIM"
"kalo patokannya takdir, ngapain juga berusaha?"
"apa kamu bisa liat orang-orang yang hanya bergantung pada takdir?. tujuan hidupnya malah nggak jelas, nggak tau mau kemana dan mau diapakan hidup ini"
"aku masih nggak bisa tidur... bantu aku..."
"coba pikirkan hal-hal positif tentang hari ini. apa saja yang sudah dikerjakan dan bermanfaat untuk orang lain, kepada siapa saja kamu sudah berbuat baik, untuk apa kamu mengerjakan semua ini, bla bla bla..."
"itu malah menjadikan aku sombong, dan rasanya aku tidak pernah merasa berbuat baik kepada orang"
"yang bisa melihat kebaikan diri kita dan yang bisa menilai kita adalah orang lain"
"harus selalu menjaga agar perbuatan kita selalu dianggap baik?. capppeee deeeh..."
"hidup ini mudah"
"siapa bilang sulit"
"tergantung dari persepsi masing-masing. kalo menganggap sulit, yaaa akan selamanya dalam kesulitan. nikmati sajalaaah..."
tuuut... tuuut...
"halo?... halo?..."
nomer yang anda tuju, sedang istirahat..........

27 Februari 2008

Ayat-Ayat Cinta the movie

Semalam saya nonton Ayat-Ayat Cinta the movie d XXI Senayan City. Hmmm... kesimpulan saya, kalo memang penasaran, ya silakan nonton. Tapi kalo udah puas baca novelnya, nikmati saja deh, jangan dipaksain nonton filmnya.
Bagi yang sudah pernah ‘bersentuhan’ dengan Mesir, baik culture, people dan kehidupan sosial sehari-hari, film tersebut ‘kurang nendang’. Tapi, bagi yang belum pernah ‘kenalan’ dengan Mesir, ya cukup ‘nancap’ di hati. Bagi saya yang sudah sangat akrab dengan Mesir (dengan segala kelebihan dan kekurangannya), ‘ke-kurang nendang-an’ nya terlihat pada beberapa lokasi/tempat yang tampaknya (memang) ‘palsu’ ; seperti sungai Nil dan Wisma Nusantara. Adapun sokhro’/padang pasir, itu asli walaupun saya tau itu bukan Egyptian desert.
Para pemain, bolehlah diacungin jempol. Maksudnya, kualitas dan totalitas aktingnya, sangat-sangat bagus. Karena memang mereka yang dipilih adalah artis2 yang qualified. Hanya saja pengkarakteran tokohnya, dengan segala pertimbangan sutradara dan produser, masih banyak yang tidak sesuai dengan karakter di novel.
Kemudian, banyak karakter-karakter yang dihilangkan, seperti ayah dan adik Maria. Padahal mereka berdua cukup berperan dalam penuntasan masalah yang dihadapi oleh Fahri.
Film ini 70% yang diangkat adalah kisah percintaannya. Sedangkan dalam novel, kisah percintaan itu hanya pelengkap saja, yang jadi red line nya adalah perjuangan Fahri dalam mengarungi hidup sebagai mahasiswa Indonesia pas-pasan yang hidup di negeri orang dengan segala lika likunya agar tetap survive baik dalam study maupun kehidupan sehari-hari.
Trus lagi yang bikin janggal, kenapa kok dialognya berbahasa Indonesia?. Sedangkan para pemainnya ber tampang Arab dan settingan lokasinya juga dengan segala daya dan upaya di usahakan seperti aslinya sono (Mesir). Dalam novel, dialog dengan orang Mesir di bahasa Indonesia-kan oleh sang penulis sehingga pembaca merasa puas.
Well, apapun itu, saya sangat menghargai karya sang sutradara, Mas Hanung Bramantyo. Dengan segala usaha dan do’a telah berhasil mewujudkan apa yang telah dicita-citakan selama ini, yaitu menyutradarai film bernuansa Islam...

20 Februari 2008

Warisan nenek

Pernahkah kita perhatikan, semakin sibuk kehidupan yang kita jalani, semakin kosong rasanya hati???...
Suatu pagi pada hari Senin, saya memandangi agenda kerja. Banyak sekali acara rapat, deadline dan project-project yang semuanya itu seolah-olah berbalik menatap saya, memenuhi indera dan menuntut perhatian saya. Dan untuk kesekian kalinya saya berfikir, apa arti semua ini sebenarnya?.
Orang zaman sekarang, kadang sulit untuk memilah waktu, bagaimana supaya selalu bermanfaat, baik buat dirinya maupun orang lain. Saya bekerja, niatnya Fastabiqul Khoirot saja. Alhamdulillah, saya diberi nikmat rizki yang cukup oleh Allah.
Akhir-akhir ini, saya lagi 'kelingan' sama Nenek saya, ibu dari ibu saya, dan saya memanggilnya dengan sebutan 'Emak'. Alhamdulillah, saya sempat beberapa saat 'menangi' Emak. Saya masih kecil saat itu, belum dewasa dan belum banyak mengerti apa itu hidup. Semua nasehat Emak pada waktu itu, jarang saya hiraukan, apalagi masukin hati.
Emak saya hanyalah lulusan SR (sekolah rakyat zaman Belanda dulu). Tapi dia punya banyak sekali kebijaksanaan yang sederhana. Sepanjang hidupnya, dia selalu membangkitkan semangat orang-orang, baik keluarganya maupun teman-temannya.
Emak memang tidak intelek, tapi di mata saya yang pada saat itu masih seorang anak kecil, dia seperti perwujudan Ibu Peri. Seolah setiap kegiatan bersamanya, menjadi suatu peristiwa penting yang patut dirayakan. Saat mengenang semua itu, saya sadari bahwa masa itu adalah masa yang berbeda. Saat itu, canda ria, suka duka, sedih gembira, memainkan peranan penting.
Saat-saat makan merupakan hal yang penting bagi Emak. Hidangan untuk sarapan, mesti selalu panas dan mesti dilakukan sambil duduk bersama-sama di meja makan oval kesayangan Emak. Sepanjang hidupnya, Emak selalu memenuhi kebutuhan keluarganya sampai hal yang paling mendasar.
Suatu hari, saat saya mampir di sebuah restoran untuk membeli makanan, kenangan saya kembali melayang ke rumah Emak. Di ruang makan, terdapat meja tua dari kayu jati. Diatas meja, terhampar selembar taplak meja sederhana yang sudah lusuh dan banyak noda bekas makanan sebelumnya. Tidak jauh dari meja itu, terdapat tungku yang diatasnya selalu tersedia panci sup dan beberapa wadah berisi makanan. Kemudian saya berfikir, umur saya sudah lebih dari 30 tahun, tapi belum pernah membuat makanan selezat masakan Emak.
Ketika saya mudik, saya sempatkan untuk mengunjungi rumah Emak. Saya memeriksa gudang dan mencari kotak yang sudah lama tersimpan di situ. Tidak sulit mencari benda tersebut. Lakban perekatnya yang sudah tua sangat mudah di lepaskan. Saat membukanya, saya temukan sebuah piring kristal antik dan mangkuk keramik kuno berikut tutupnya yang masing-masing di bungkus dengan kertas koran. Dengan hati-hati saya buka mangkuk tersebut, dan saya temukan sepucuk surat yang sudah sangat lusuh.
Perlahan saya baca surat yang sepertinya ditulis oleh tangan Emak sendiri ;
Cucuku sayang...
Aku tau, kau akan menemukan surat ini suatu hari nanti, bertahun-tahun dari sekarang. Saat engkau membacanya, ingatlah bahwa aku sangat menyayangimu. Sebab pada saat itu, aku sudah berada di tengah malaikat, dan aku tidak akan bisa menyampaikan rasa sayangku lagi padamu secara langsung.
Sejak dulu, kau selalu keras kepala, begitu gesit dan selalu tergesa-gesa ingin cepat dewasa. Sering aku berharap bisa menahanmu sebagai bayi selamanya. Kalau kau sudah berhenti berlari, kalau sudah waktunya bagimu untuk memelankan langkah, kuminta kau selalu menyebutku dalam doamu, belajarlah untuk memasak dan menjadikan rumahmu tempat yang nyaman untuk tinggal.
Berikut ini, aku lampirkan resep sup favoritmu, yang biasa kubuatkan untukmu ketika kau masih kecil.
Ingatlah, aku sayang padamu dan kasih sayangku selalu abadi selamanya.
Saya duduk membaca surat itu berulangkali. Karena saya tidak cukup menghargai Emak saat beliau masih hidup. Malam itu, saya biarkan tas kerja tetap terkunci dan membiarkan segala masalah menanti diluar sana. Harusnya saya merasa telah diberi kenikmatan dengan suatu warisan yang indah, tapi saya belum pernah meneruskan warisan itu......

How art made the world

Riwayat perkembangan teknologi komunikasi antar manusia adalah sama dengan sejarah manusia itu sendiri. Pada masa lampau, manusia lebih banyak menggunakan simbol-simbol visual untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Dari terciptanya sebuah interaksi, manusia dapat menyesuaikan diri dengan manusia lain dan alam sekitarnya, yang nantinya manusia dapat menciptakan dan menggunakan alat (teknologi) yang diperlukan dalam mengatasi lingkungannya.
Teknologi tercipta dan berkembang dikarenakan adanya kebutuhan. Seiring perkembangan zaman, teknologi tidak saja sebagai alat untuk membantu aktivitas kehidupan manusia tetapi lebih dari itu kekuatan teknologi yang digunakan oleh antar manusia dapat mempengaruhi manusia lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan politik).
Teknologi,dalam komunikasi politik adalah sebagai sarana atau alat pendukung utama yang digunakan oleh pelaku politik untuk mempengaruhi pihak-pihak lain atau khalayak agar mengikuti suatu tujuan tertentu. Yang akhirnya si pelaku politik dapat mengatur,mempertahankan, memperluas atau juga mengambil alih kekuasaan.
Bentuk teknologi yang digunakan itu sendiri, disesuaikan dengan perkembangannya maing-masing pada masanya. Karena belum ditemukan mesin cetak dan media massa seperti sekarang ini (koran, televisi, radio, internet dll), teknologi komunikasi zaman lampau, lebih menekankan pada teknologi seni visual dalam membentuk atribut jati diri. Bentuk seni visual tersebut adalah patung, relief, grafik, ukiran dan simbol yang dibuat pada dinding bangunan, batu, kayu, pohon dll.
Teknologi seni visual tersebut adalah cara manusia pada waktu itu untuk menyampaikan pesan ke masyarakat agar terpengaruh. Seperti yang dilakukan oleh Raja Persia Darius Agung, dia membuat relief seluruh negaranya (lengkap berisi ciri khas yang dihasilkan negara tersebut) di dinding istana dari pintu masuk menuju ruang pertemuan utama. Dengan harapan, ketika para duta besarnya berkunjung ke istana, mereka akan merasa dihargai atas keberadaaanya di wilayah kerajaan tersebut secara tidak langsung melalui relief-relief. Darius menyampaikan pesan bahwa seluruh negara yang ada di relief ada dibawah kendali kekuasaannya. Darius juga membuat sebuah simbol tentang dirinya, yaitu sebagai pemanah yang mempunyai arti kepemimpinan dan kebijaksanaan. Dua sifat yang dipercaya oleh masyarakat Persia pada waktu itu untuk seorang raja.
Teknologi visual (simbol) yang digunakan Darius adalah cikal bakal alat komunikasi yang nantinya berfungsi untuk menunjukan identitas suatu kelompok atau bangsa (seperti : bendera, lambang negara, lambang organisasi).
Jika Darius Agung menggunakan simbol, maka Alexander The Great mempunyai “breakthrough idea” untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Alexander The Great membuat koin bergambar dirinya agar masyarakat mengetahui sedang ada di negara mana dan tahu siapa pemimpin mereka. Koin (mata uang) merupakan alat komunikasi pemersatu bangsa atau negara yang efektif karena di koin terdapat gambar wajah pemimpin/raja yang mana kekuatan ekpresi dari wajah dapat mempengaruhi orang yang melihatnya secara psikologi (emosi) daripada hanya sebuah simbol. Dan dimasa sekarang banyak negara didunia mempunyai mata uang (koin atau kertas) bergambar pemimpin atau ciri khas negara tersebut.
Teknik pengaruh visual pun mampu memanipulasi masyarakat, misalnya ada seorang pelaku politik, untuk mengambil simpati masyarakatnya, dia mengubah penampilan dirinya (tatanan rambut dan gaya berpakaian) yang dirasa memihak kepada masyarakat. Karena penampilan dapat mewakili karakter dan bisa mempengaruhi bagaimana cara pandang orang terhadap kita. Setelah si pelaku politik mendapatkan simpati dan berada di posisi puncak dengan bantuan media (teknologi), maka akan dengan mudah melakukan sesuatu seperti : menggerakkan massa, menyebarkan propaganda dll. (contoh : Adolf Hitler dan Benito Mussolini). Ini mempunyai arti, bahwa media dapat menjadi senjata yang menjatuhkan suatu pemimpin atau kelompok.
Dimasa sekarang, ada Presiden George W. Bush (Presiden Amerika) yang ketika berkampanye benar-benar bergantung pada kehebatan teknologi. Dia menggunakan seluruh elemen media massa baik cetak maupun penyiaran, untuk menyebarkan isu-isu kampanye kepada masyarakat dari perkotaan sampai ke pelosok. Wajahnya ada di televisi, koran, internet, brosur dan suaranya pun jelas terdengar di radio dan televisi. Segala kegiatan yang menggugah simpati diliput media dan dipublikasikan ke masyarakat. Ini menjadi selling point bagi Bush karena dapat mempengaruhi publik untuk memihaknya dan pada waktu hari pemilihan (the big day/Election Day), masyarakat akan memberikan suaranya kepada Bush. Dan terbukti !.
Apa yang dilakukan para pemimpin zaman lampau dan sekarang sebenarnya tidak jauh berbeda. Yang membedakan hanyalah kemajuan teknologinya (alat/media), bagaimana pesan dapat tersebarkan seluas-luasnya dan sampai kepada masyarakat. Isi dan prinsipnya adalah sama yaitu mempengaruhi publik/khalayak untuk mengikuti suatu tujuan tertentu.

14 Februari 2008

Valentine?, gak penting ah...

1. KENAPA VALENTINE DIRAYAKAN SETIAP TGL 14 FEBRUARI?
Valentine dirayakan setiap 14 februari sesuai dengan arti kata Valentain.
- Va berasal dari Fa yang merupakan urutan nada ke-4 dari solmisasi Do Re Mi Fa. Jadi Fa disini menunjukkan 'empat'.
- Lent adalah bentuk ke tiga dari kata "Lend" yang dalam Bahasa Inggris berarti meminjamkan atau dipinjam. Naaah... dalam pinjam meminjam harus ada unsur 'belas kasihan'. Maka Lent bisa diartikan sebagai 'belas'.
- Tine berasal dari kata asli Twin yang artinya kembar. Kata kembar adalah identik dengan angka 2.
Maka kata "Valentine" yang asli katanya berasal dari "Falenttwin" mempunyai arti ; Fa = empat, Lent = belas, Twin = dua. Jadi empat belas bulan kedua. Alias 14 Februari. Itulah kenapa Valentine diperingati setiap tanggal 14 Februari.
(NGARANG ABIIIIISSSSSSSSS... Hanya orang2 dengan gangguan mental dan orang2 yang mau bunuh diri, yang percaya bahwa tulisan ini benar, tuing tuing... hehehe)
2. SEJAK KAPAN VALENTINE DIPERINGATI?
Berdasarkan buku2 tentang sejarah Valentine yang saya baca, baik buku berjudul "Valentine di Zaman Majapahit", "Primbon Valentine" sampai buku "Da Valentine Code", serta searching internet di Wikipedia dan Google, maka didapatkan kesimpulan tentang sejarah awal mula Valentine secara detil dan sangat rinci, yaitu bahwasanya Valentine mulai dirayakan SEJAK DULU.
(ngarang lagiiii.......... hehehehe)
3. KENAPA VALENTINE IDENTIK DENGAN COKLAT?
Haaalaaah... ini jawabannya gampang aja, karena coklat itu romantis. Kan asik kalo pas candle light dinner trus ngasihnya coklat. Coba bayangin kalo ngasihnya nasi tumpeng, kan susah! Jadinya gak romantis tapi tragis!.
4. KENAPA VALENTINE IDENTIK DENGAN PINK?
- Kalo pake item2, ntar disangkain dukun
- Kalo pake biru2, disangkain satpam
- Kalo pake putih2, disangkain pocong
- Kalo pake ijo2, disangkain kolor ijo
- Kalo pake abu abu, disangkain babu. Ya kan?. Jadi emang cucoknya warna pink!
5. JIKA APA KITA MERAYAKAN VALENTINE?
- Jika ada pasangan alias pacar!. Karena aneh aja kalo makan candle light sendirian, nulis kartu Valentine buat diri sendiri, termasuk ngasih coklat buat diri sendiri, sambil menciumi diri sendiri di depan kaca... (narsis akut)
- Jika punya modal. Karena apa?. Coklat itu mahal, coklat cap ayam jago aja paling gak udah dua ribu perak. Belum lagi beli kartu ucapannya, makan malemnya, bunga mawarnya... byuh byuh byuh... Ingat : "cinta itu buta, tapi butuh duit"... hehehehe
6. APA TEMA VALENTINE TAUN INI?
- Valentine dengan bawain coklat 5 kilo digotong sendirian dari Jakarta ke Bogor (CAPPEEE DEEHHH...)
- Valentine sambil menikmati singkong yang dikasih ragi (TAPEEE DEEHHH...)
- Valentine sambil makan sambal merah pedas di mangkuk berbentuk hati (CABEEEEE DEEEHHH...)
- Valentine dengan memakai pakaian serba pink. Baju pink, celana pink, sepatu pink, tutup muka pink, telinga pink dan hidung pink (BABIIIIII DEEEHHH...)

Ahh... sudahlah, tambah gak penting aja tulisan ini. Yo wislah. Bagi yang merayakan selamat aja, bagi yang memang gak pengen merayakan, ya santai aja. Tapi buat yang pengen merayakan tapi keadaan belum mengijinkan (baca : jomblo, red.), semoga cepat mendapatkan pasangan. Ingat prinsip pertama harus jual mahal, sambil berkata "SIAPA GUE". Kalo belum dapet juga diturunkan menjadi "SIAPA DIA". Tapi kalo memang belum dapet2 juga, turunkan lagi menjadi "SIAPA AJA"...

13 Februari 2008

Anak wedhok

Ini adalah cuplikan dari cerita yang saya karang sendiri :
“Selamat, bayi anda perempuan”, kata dokter. Seketika wajah lelaki itu kecewa. Airmuka yang sebelumnya memancarkan kebahagiaan karena sedang menunggu proses kelahiran anak ke-empatnya, seketika berubah menjadi muram. “Anak kita perempuan lagi, Bu”, kata sang suami. Si istri pun mengangguk dengan lemah, kondisi perempuan itu tidak memungkinkan untuk merespon kata-kata suaminya. Dia sekarang sedang sangat ingin beristirahat.
Lelaki itu bermuram durja. Bukannya rasa syukur yang seharusnya dia ucapkan, malahan rasa sangat kecewa yang sekarang berkecamuk di hatinya. Betapa tidak, kehamilan sang istri yang untuk kesekian kalinya tersebut, diharapkan bayi yang dilahirkan adalah seorang anak laki-laki. Sebelumnya, dia sudah sangat optimis akan mendapatkan bayi laki-laki. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan seorang bayi laki-laki. Konsultasi ke dokter, minum ramuan tradisional dan sebagainya. Tetapi, takdir berkata lain. Dia mendapatkan bayi perempuan.
Mengapa lelaki itu begitu kecewa sekali ketika mendapatkan anak perempuan untuk kesekian kalinya?. Bukankah lelaki tersebut lahir dari rahim seorang perempuan?.
Seharusnya, kelahiran seorang anak merupakan rezeki yang harus diterima karena sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Apapun jenis kelamin si anak, merupakan amanah dari Allah yang harus dijaga. Kullu mauluudin yuuladu ‘alal fithrah. Sesungguhnya setiap bayi yang lahir adalah suci. Hanya orang tuanyalah yang kemudian akan menjadikannya sebagai seorang yang taat beribadah, seorang yang sholeh, lembut hatinya atau bahkan bisa juga menjadi seorang yang jahat dan tidak baik. Semua itu tergantung dari bagaimana si orang tua itu mendidik.
Memang, posisi seorang perempuan selalu berada di pihak ‘second class citizen’, warga kelas dua. Beberapa ayat dalam Al Qur’an bahkan semakin menguatkan tentang posisi tersebut. Contohnya saja dalam hal pembagian waris. Surat An-Nisa ayat 11 menyebutkan : bagian warisan anak laki-laki sama dengan dua kali bagian anak perempuan, atau dengan kata lain, bagian perempuan sama dengan setengah bagian laki-laki.
Dan ada lagi ayat Al Qur’an yang bikin orang perempuan sesak nafas. Masih di surat An-Nisa, ayat 3 menyebutkan : “Dan jika kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.
Pada zaman Jahiliyah dulu, menganggap bahwa anak perempuan merupakan sumber sial dan malapetaka dan apabila mereka mempunyai anak perempuan, wajah mereka pun penuh murka. Beberapa dalil yang mengacu pada zaman dahulu, bagaimana kaum Jahiliyah memperlakukan anak perempuannya.
“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. Karena dosa apakah ia dibunuh. Dan apabila catatan-catatan dibuka. Dan apabila langit dilenyapkan. Dan apabila neraka Jahim dinyalakan. Dan apabila surga di dekatkan. Maka, tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan”. (QS. At-Takwiir 8-14)
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitamlah mukanya dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”. (QS. An-Nahl 58-59)
Sesungguhnya, Allah SWT menciptakan makhlukNYA berpasang-pasangan. Ada lelaki dan perempuan. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. (QS. Adz Dzaariyaat 49). Memang, manusia pertama kali diciptakan bukanlah perempuan tetapi laki-laki, yaitu Adam. Ketika Adam mengeluh kesepian, Allah lalu mengambil sepotong tulang rusuk Adam dan dijadikanlah Hawa. Entahlah, apa karena hal tersebut, kemudian hingga kini maka kaum perempuan hanya dijadikan sebagai pelengkap, the second class citizen di dunia atau karena faktor lain. Tapi, perjalanan sejarah perempuan yang penuh perjuangan, nyatanya tidak cukup mengubah konstruksi yang sudah mengakar di kepala manusia, bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah dan selalu berada di posisi kedua.
Dalam budaya jawa, seringkali perempuan dikonsepkan sebagai 'rencang wingking', hanya boleh berada ‘dibelakang’. Sebagian besar masyarakat jawa juga menjadikan anak perempuan sebagai among dalam keluarga, yaitu dapat mengemban tanggungjawab yang di bebankan kepadanya. Terutama tanggungjawab dalam hal-hal yang berkenaan dengan rumah tangga. Seperti menjaga adik-adiknya, membereskan rumah dll. Ketelitian seorang perempuan juga sangat di butuhkan dalam memandang hidup sehari-hari.
Pada hakekatnya, keberadaan seorang perempuan tidak boleh diremehkan. Melalui merekalah lahir manusia-manusia yang akan menjadikan dunia ini bermacam-macam, penuh warna. Ada yang menjadi pemimpin, pengusaha, ilmuwan, professional dll. Tidak sepatutnya seseorang menjadi kecewa karena memiliki anak perempuan, apalagi berjumlah banyak. Ambil positifnya saja bahwa kelak nanti akan dapat membantu mengatur rumah tangga dan menjadi penjaga ketika umur sudah tua. Dan yang lebih penting lagi, dapat selalu mendoakan orang tuanya.
Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaama…

11 Februari 2008

Kingkong

Sabtu pagi, saya kaget setengah mati ketika membaca sebuah koran nasional. Di halaman depan, terpampang sebuah foto berukuran besar dengan gambar seekor kingkong sedang di gotong orang dengan cara di tandu rame-rame. Kingkong tersebut merupakan kingkong gunung yang sudah mati. Kejadian itu terjadi di daerah Kongo, Afrika.
SUMPAH saya kaget dan getun... 'hari gini' ternyata masih ada makhluk sejenis kera yang berukuran sangat besar. Nggak pernah terbayang di benak saya bahwa suatu hari akan mendapati realita ternyata kingkong sebenarnya masih ada. Sebelumnya memang saya kenal dan tau makhluk tersebut hanya dari film-film, cerita-cerita di majalah dan poster punya anak saya yang menggambarkan bahwa kingkong termasuk dalam kategori 'wild animal'..... iiih, merinding. Sampai detik ini, saya masih belum percaya bahwa makhluk itu ada, nyata dan real. Fabiayyi aalaa'i robbikumaa tukaddzibaan...
Terbayang seandainya suatu saat saya sedang sendirian di tengah hutan, dan kemudian di sambangi makhluk tersebut..... hiiiiihhh... Denger suaranya aja, pasti saya akan sangat ketakutan. Iiiiih... naudzubillah tsumma naudzubillah.
Kemudian kebayang juga seandainya makhluk tersebut nyata dan berada di salah satu kebun binatang di Indonesia, saya adalah orang yang pertama kali akan melihatnya. Selain untuk menghilangkan rasa takut, saya juga ingin percaya bahwa ternyata Allah menciptakan makhluk berjenis-jenis.
Sampai disini, ternyata keimanan saya masih kurang. Saya masih belum percaya bahwa Allah itu Maha Pencipta. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala zat yang ada di bumi ini...

05 Februari 2008

Ketika internet BELUM menjadi suatu kebutuhan

Ketika pertama kali saya menenal internet, kira-kira tahun 1994, saya penasaran sekali gimana cara untuk mengoperasionalkannya. Apakah ada cara-cara khusus yang harus dipelajari?, kenapa harus ada modem?, gimana caranya kok gambar dari luar negri bisa dilihat di Jakarta?, dan semua pertanyaan-pertanyaan apakah, kenapa dan gimana yang terus-terusan menari di benak saya. Sempat pesimis juga bahwa saya tidak akan pernah bisa menguasai apa itu internet. Bahkan, menurut saya hal tersebut adalah sesuatu yang rumit, sulit dan hanya orang-orang yang faham betul tentang komputer yang akan mampu mengerti tentang internet.
Pada waktu itu, memang baru segelintir orang yang tau tentang internet. Sedikit-sedikit saya dengar apa itu email, yang ternyata kepanjangan dari Elektronic Mail (surat elektronik). Padahal yang saya tau, email itu kan merupakan lapisan gigi. Terus saya juga denger tentang HTTP. Katanya kalo mau buka alamat di internet, harus pakai HTTP. Ah, repot amat sih pake kode-kode. Rumit sekali. Semakin pupus sudah harapan saya mengetahui lebih dalam mengenai inernet.
Lama saya merenung dan tidak tau apa yang harus diperbuat oleh keberadaan internet. Harganya pasti mahal sekali dan mustahil saya punya internet. Saya sempat mengutarakan ke suami saya, ingin kursus tentang inernet. Hehehe, norak ya.
Beberapa tahun kemudian, akhirnya saya bersahabat dengan internet. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari tentang internet. Dari mulai membaca buku, tanya kepada teman dan mengira-ngira sendiri apa itu internet. Pernah juga kepikiran, internet itu seperti robot, yang harus diperintah sesuai dengan keinginan kita. Dan bahwa internet merupakan penghubung dunia luar sehingga bisa menjadi dekat terhadap kita. Lama saya belajar dan belajar.
Sekarang ini, internet sudah merupakan suatu kebutuhan. Bukan primer, tapi sekunder. Ada juga yang memposisikan bahwa internet merupakan kebutuhan primer, sehingga seseorang sangat tergantung dan seolah 'tidak bisa hidup' tanpa internet. Ada yang berpikiran 'bodo amat' tentang internet, toh kalo nggak bisa juga nggak dosa kok dan nanti di akherat juga nggak bakal ditanya sama malaikat, 'bisa internet apa tidak'.
Akhir-akhir ini saya lagi 'galak' sama orang yang "hari gini" nggak ngerti tentang internet. Apalagi orang-orang tersebut adalah orang yang selama ini harus dan mau nggak mau bersentuhan dengan internet. Segala fasilitas yang disediakan tidak dipakai secara maksimal. Bahkan, nulis email aja ada yang sampai gemetaran dan keringat dingin. Padahal, kalo salah juga nggak dosa, hehe. Ada saja alasan-alasan orang yang tidak mau menggunakan internet. "Saya bukan tipe orang di balik meja", "saya tidak suka dunia maya yang penuh kebohongan", "saya tidak ada waktu menghabiskan berjam-jam di depan komputer", dan seabrek alasan lain. Padahal semua alasan tersebut adalah ekspresi dari MALAS atau memang TIDAK BISA TAPI MAU NANYA KOK GENGSI atau memang AWARENESS NYA YANG TIDAK ADA.
Saya tidak boleh sombong. Karena dulu waktu baru mengenal internet, saya juga seperti kebo bingung. Beruntungnya saya adalah, pada waktu itu memang banyak orang yang belum tau tentang internet karena keberadaannya yang relatif masih baru. Dan saya juga belum mempunyai urusan yang berkaitan dengan internet. Tapi, saya mau BELAJAR dan SADAR bahwa suatu saat internet akan menjadi suatu kebutuhan, entah kapan. Dulu juga tidak terbayang, setelah beberapa tahun kemudian, menjadi kenyataan.
Kemudian...
  • ketika pakaian belum menjadi suatu kebutuhan, akankah kita mau membeli pakaian?
  • ketika mobil belum menjadi suatu kebutuhan, akankah kita mau belajar nyetir mobil?
  • dan ketika udara belum menjadi suatu kebutuhan, apakah kita tidak akan bernafas?

dan, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, saya harap mampu mewakili jawaban dari : KETIKA INTERNET BELUM MENJADI SUATU KEBUTUHAN, APAKAH KITA TIDAK PERLU MEMPELAJARINYA???

02 Februari 2008

Keranjingan nge-blog

Entah ada angin apa, akhir-akhir ini, tiba-tiba suami saya jadi keranjingan nge-blog. Saya juga nggak ngerti, kenapa baru 'hari gini' dia baru akrab dengan blog, hehehe. Saya sudah lama kenal blog. Di archive Blogspirit saya, tercatat sejak Juni 2005. Sampai saat ini, saya punya 2 blog. Dulu suami saya sering nanya, "buat apa sih blog, apa manfaatnya?". Saya nggak pernah memberikan penjelasan banyak tentang blog kepada suami saya. I hope, one day he understand what blog is.
Sebenarnya, apa sih BLOG itu ?. Berikut penjelasan yang saya kutip dari www.balipost.co.id/
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ''catatan perjalanan'' seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar ''cerdas'' mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.
Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita ''mengintip'' isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi diary online yang berada di internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain.
Blog adalah salah satu dampak dari pesatnya perkembangan internet, termasuk di Indonesia. Blogging sudah menjadi santapan sehari-hari bagi sebagian masyarakat. Pada masa awal kelahirannya, blog dipandang sebelah mata dan cenderung dilecehkan. Sampai sekarang pun, sikap mencibir dan sikap nyinyir terhadap blogger tidak pernah hilang. Disebutlah blogger itu narsis dan buang-buang waktu percuma.
Mengapa harus blogging?. Wimar Witoelar mengatakan bahwa para blogger adalah orang-orang yang berani bersikap. "Mereka menulis perasaan, pandangan, dan sikap di blog mereka dengan jujur." kata Wimar. Blog juga mencerminkan wajah dan kepribadian pemilik blog yang sesungguhnya. Di masa depan, kualitas sebuah blog sangat ditentukan dari isinya.
Saya sendiri, nge-blog hanya untuk menyalurkan hobi menulis saya. Daripada saya banyak omong, malah nanti dibilang cerewet, kan lebih positif banyak nulis. Tulisan-tulisan saya di blog juga cenderung yang ringan-ringan saja. Dan memang saya tidak mau yang berat-berat. Sehari-hari kita udah di sumpek kan dengan persoalan hidup, ngapain juga saya nulis yang berat-berat. Malah bikin pusing. Yang penting kan enak dibaca secara tulisan itu berbobot atau enggak...