20 Februari 2008

How art made the world

Riwayat perkembangan teknologi komunikasi antar manusia adalah sama dengan sejarah manusia itu sendiri. Pada masa lampau, manusia lebih banyak menggunakan simbol-simbol visual untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Dari terciptanya sebuah interaksi, manusia dapat menyesuaikan diri dengan manusia lain dan alam sekitarnya, yang nantinya manusia dapat menciptakan dan menggunakan alat (teknologi) yang diperlukan dalam mengatasi lingkungannya.
Teknologi tercipta dan berkembang dikarenakan adanya kebutuhan. Seiring perkembangan zaman, teknologi tidak saja sebagai alat untuk membantu aktivitas kehidupan manusia tetapi lebih dari itu kekuatan teknologi yang digunakan oleh antar manusia dapat mempengaruhi manusia lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan politik).
Teknologi,dalam komunikasi politik adalah sebagai sarana atau alat pendukung utama yang digunakan oleh pelaku politik untuk mempengaruhi pihak-pihak lain atau khalayak agar mengikuti suatu tujuan tertentu. Yang akhirnya si pelaku politik dapat mengatur,mempertahankan, memperluas atau juga mengambil alih kekuasaan.
Bentuk teknologi yang digunakan itu sendiri, disesuaikan dengan perkembangannya maing-masing pada masanya. Karena belum ditemukan mesin cetak dan media massa seperti sekarang ini (koran, televisi, radio, internet dll), teknologi komunikasi zaman lampau, lebih menekankan pada teknologi seni visual dalam membentuk atribut jati diri. Bentuk seni visual tersebut adalah patung, relief, grafik, ukiran dan simbol yang dibuat pada dinding bangunan, batu, kayu, pohon dll.
Teknologi seni visual tersebut adalah cara manusia pada waktu itu untuk menyampaikan pesan ke masyarakat agar terpengaruh. Seperti yang dilakukan oleh Raja Persia Darius Agung, dia membuat relief seluruh negaranya (lengkap berisi ciri khas yang dihasilkan negara tersebut) di dinding istana dari pintu masuk menuju ruang pertemuan utama. Dengan harapan, ketika para duta besarnya berkunjung ke istana, mereka akan merasa dihargai atas keberadaaanya di wilayah kerajaan tersebut secara tidak langsung melalui relief-relief. Darius menyampaikan pesan bahwa seluruh negara yang ada di relief ada dibawah kendali kekuasaannya. Darius juga membuat sebuah simbol tentang dirinya, yaitu sebagai pemanah yang mempunyai arti kepemimpinan dan kebijaksanaan. Dua sifat yang dipercaya oleh masyarakat Persia pada waktu itu untuk seorang raja.
Teknologi visual (simbol) yang digunakan Darius adalah cikal bakal alat komunikasi yang nantinya berfungsi untuk menunjukan identitas suatu kelompok atau bangsa (seperti : bendera, lambang negara, lambang organisasi).
Jika Darius Agung menggunakan simbol, maka Alexander The Great mempunyai “breakthrough idea” untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Alexander The Great membuat koin bergambar dirinya agar masyarakat mengetahui sedang ada di negara mana dan tahu siapa pemimpin mereka. Koin (mata uang) merupakan alat komunikasi pemersatu bangsa atau negara yang efektif karena di koin terdapat gambar wajah pemimpin/raja yang mana kekuatan ekpresi dari wajah dapat mempengaruhi orang yang melihatnya secara psikologi (emosi) daripada hanya sebuah simbol. Dan dimasa sekarang banyak negara didunia mempunyai mata uang (koin atau kertas) bergambar pemimpin atau ciri khas negara tersebut.
Teknik pengaruh visual pun mampu memanipulasi masyarakat, misalnya ada seorang pelaku politik, untuk mengambil simpati masyarakatnya, dia mengubah penampilan dirinya (tatanan rambut dan gaya berpakaian) yang dirasa memihak kepada masyarakat. Karena penampilan dapat mewakili karakter dan bisa mempengaruhi bagaimana cara pandang orang terhadap kita. Setelah si pelaku politik mendapatkan simpati dan berada di posisi puncak dengan bantuan media (teknologi), maka akan dengan mudah melakukan sesuatu seperti : menggerakkan massa, menyebarkan propaganda dll. (contoh : Adolf Hitler dan Benito Mussolini). Ini mempunyai arti, bahwa media dapat menjadi senjata yang menjatuhkan suatu pemimpin atau kelompok.
Dimasa sekarang, ada Presiden George W. Bush (Presiden Amerika) yang ketika berkampanye benar-benar bergantung pada kehebatan teknologi. Dia menggunakan seluruh elemen media massa baik cetak maupun penyiaran, untuk menyebarkan isu-isu kampanye kepada masyarakat dari perkotaan sampai ke pelosok. Wajahnya ada di televisi, koran, internet, brosur dan suaranya pun jelas terdengar di radio dan televisi. Segala kegiatan yang menggugah simpati diliput media dan dipublikasikan ke masyarakat. Ini menjadi selling point bagi Bush karena dapat mempengaruhi publik untuk memihaknya dan pada waktu hari pemilihan (the big day/Election Day), masyarakat akan memberikan suaranya kepada Bush. Dan terbukti !.
Apa yang dilakukan para pemimpin zaman lampau dan sekarang sebenarnya tidak jauh berbeda. Yang membedakan hanyalah kemajuan teknologinya (alat/media), bagaimana pesan dapat tersebarkan seluas-luasnya dan sampai kepada masyarakat. Isi dan prinsipnya adalah sama yaitu mempengaruhi publik/khalayak untuk mengikuti suatu tujuan tertentu.

14 Februari 2008

Valentine?, gak penting ah...

1. KENAPA VALENTINE DIRAYAKAN SETIAP TGL 14 FEBRUARI?
Valentine dirayakan setiap 14 februari sesuai dengan arti kata Valentain.
- Va berasal dari Fa yang merupakan urutan nada ke-4 dari solmisasi Do Re Mi Fa. Jadi Fa disini menunjukkan 'empat'.
- Lent adalah bentuk ke tiga dari kata "Lend" yang dalam Bahasa Inggris berarti meminjamkan atau dipinjam. Naaah... dalam pinjam meminjam harus ada unsur 'belas kasihan'. Maka Lent bisa diartikan sebagai 'belas'.
- Tine berasal dari kata asli Twin yang artinya kembar. Kata kembar adalah identik dengan angka 2.
Maka kata "Valentine" yang asli katanya berasal dari "Falenttwin" mempunyai arti ; Fa = empat, Lent = belas, Twin = dua. Jadi empat belas bulan kedua. Alias 14 Februari. Itulah kenapa Valentine diperingati setiap tanggal 14 Februari.
(NGARANG ABIIIIISSSSSSSSS... Hanya orang2 dengan gangguan mental dan orang2 yang mau bunuh diri, yang percaya bahwa tulisan ini benar, tuing tuing... hehehe)
2. SEJAK KAPAN VALENTINE DIPERINGATI?
Berdasarkan buku2 tentang sejarah Valentine yang saya baca, baik buku berjudul "Valentine di Zaman Majapahit", "Primbon Valentine" sampai buku "Da Valentine Code", serta searching internet di Wikipedia dan Google, maka didapatkan kesimpulan tentang sejarah awal mula Valentine secara detil dan sangat rinci, yaitu bahwasanya Valentine mulai dirayakan SEJAK DULU.
(ngarang lagiiii.......... hehehehe)
3. KENAPA VALENTINE IDENTIK DENGAN COKLAT?
Haaalaaah... ini jawabannya gampang aja, karena coklat itu romantis. Kan asik kalo pas candle light dinner trus ngasihnya coklat. Coba bayangin kalo ngasihnya nasi tumpeng, kan susah! Jadinya gak romantis tapi tragis!.
4. KENAPA VALENTINE IDENTIK DENGAN PINK?
- Kalo pake item2, ntar disangkain dukun
- Kalo pake biru2, disangkain satpam
- Kalo pake putih2, disangkain pocong
- Kalo pake ijo2, disangkain kolor ijo
- Kalo pake abu abu, disangkain babu. Ya kan?. Jadi emang cucoknya warna pink!
5. JIKA APA KITA MERAYAKAN VALENTINE?
- Jika ada pasangan alias pacar!. Karena aneh aja kalo makan candle light sendirian, nulis kartu Valentine buat diri sendiri, termasuk ngasih coklat buat diri sendiri, sambil menciumi diri sendiri di depan kaca... (narsis akut)
- Jika punya modal. Karena apa?. Coklat itu mahal, coklat cap ayam jago aja paling gak udah dua ribu perak. Belum lagi beli kartu ucapannya, makan malemnya, bunga mawarnya... byuh byuh byuh... Ingat : "cinta itu buta, tapi butuh duit"... hehehehe
6. APA TEMA VALENTINE TAUN INI?
- Valentine dengan bawain coklat 5 kilo digotong sendirian dari Jakarta ke Bogor (CAPPEEE DEEHHH...)
- Valentine sambil menikmati singkong yang dikasih ragi (TAPEEE DEEHHH...)
- Valentine sambil makan sambal merah pedas di mangkuk berbentuk hati (CABEEEEE DEEEHHH...)
- Valentine dengan memakai pakaian serba pink. Baju pink, celana pink, sepatu pink, tutup muka pink, telinga pink dan hidung pink (BABIIIIII DEEEHHH...)

Ahh... sudahlah, tambah gak penting aja tulisan ini. Yo wislah. Bagi yang merayakan selamat aja, bagi yang memang gak pengen merayakan, ya santai aja. Tapi buat yang pengen merayakan tapi keadaan belum mengijinkan (baca : jomblo, red.), semoga cepat mendapatkan pasangan. Ingat prinsip pertama harus jual mahal, sambil berkata "SIAPA GUE". Kalo belum dapet juga diturunkan menjadi "SIAPA DIA". Tapi kalo memang belum dapet2 juga, turunkan lagi menjadi "SIAPA AJA"...

13 Februari 2008

Anak wedhok

Ini adalah cuplikan dari cerita yang saya karang sendiri :
“Selamat, bayi anda perempuan”, kata dokter. Seketika wajah lelaki itu kecewa. Airmuka yang sebelumnya memancarkan kebahagiaan karena sedang menunggu proses kelahiran anak ke-empatnya, seketika berubah menjadi muram. “Anak kita perempuan lagi, Bu”, kata sang suami. Si istri pun mengangguk dengan lemah, kondisi perempuan itu tidak memungkinkan untuk merespon kata-kata suaminya. Dia sekarang sedang sangat ingin beristirahat.
Lelaki itu bermuram durja. Bukannya rasa syukur yang seharusnya dia ucapkan, malahan rasa sangat kecewa yang sekarang berkecamuk di hatinya. Betapa tidak, kehamilan sang istri yang untuk kesekian kalinya tersebut, diharapkan bayi yang dilahirkan adalah seorang anak laki-laki. Sebelumnya, dia sudah sangat optimis akan mendapatkan bayi laki-laki. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan seorang bayi laki-laki. Konsultasi ke dokter, minum ramuan tradisional dan sebagainya. Tetapi, takdir berkata lain. Dia mendapatkan bayi perempuan.
Mengapa lelaki itu begitu kecewa sekali ketika mendapatkan anak perempuan untuk kesekian kalinya?. Bukankah lelaki tersebut lahir dari rahim seorang perempuan?.
Seharusnya, kelahiran seorang anak merupakan rezeki yang harus diterima karena sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Apapun jenis kelamin si anak, merupakan amanah dari Allah yang harus dijaga. Kullu mauluudin yuuladu ‘alal fithrah. Sesungguhnya setiap bayi yang lahir adalah suci. Hanya orang tuanyalah yang kemudian akan menjadikannya sebagai seorang yang taat beribadah, seorang yang sholeh, lembut hatinya atau bahkan bisa juga menjadi seorang yang jahat dan tidak baik. Semua itu tergantung dari bagaimana si orang tua itu mendidik.
Memang, posisi seorang perempuan selalu berada di pihak ‘second class citizen’, warga kelas dua. Beberapa ayat dalam Al Qur’an bahkan semakin menguatkan tentang posisi tersebut. Contohnya saja dalam hal pembagian waris. Surat An-Nisa ayat 11 menyebutkan : bagian warisan anak laki-laki sama dengan dua kali bagian anak perempuan, atau dengan kata lain, bagian perempuan sama dengan setengah bagian laki-laki.
Dan ada lagi ayat Al Qur’an yang bikin orang perempuan sesak nafas. Masih di surat An-Nisa, ayat 3 menyebutkan : “Dan jika kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.
Pada zaman Jahiliyah dulu, menganggap bahwa anak perempuan merupakan sumber sial dan malapetaka dan apabila mereka mempunyai anak perempuan, wajah mereka pun penuh murka. Beberapa dalil yang mengacu pada zaman dahulu, bagaimana kaum Jahiliyah memperlakukan anak perempuannya.
“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. Karena dosa apakah ia dibunuh. Dan apabila catatan-catatan dibuka. Dan apabila langit dilenyapkan. Dan apabila neraka Jahim dinyalakan. Dan apabila surga di dekatkan. Maka, tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan”. (QS. At-Takwiir 8-14)
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitamlah mukanya dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”. (QS. An-Nahl 58-59)
Sesungguhnya, Allah SWT menciptakan makhlukNYA berpasang-pasangan. Ada lelaki dan perempuan. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. (QS. Adz Dzaariyaat 49). Memang, manusia pertama kali diciptakan bukanlah perempuan tetapi laki-laki, yaitu Adam. Ketika Adam mengeluh kesepian, Allah lalu mengambil sepotong tulang rusuk Adam dan dijadikanlah Hawa. Entahlah, apa karena hal tersebut, kemudian hingga kini maka kaum perempuan hanya dijadikan sebagai pelengkap, the second class citizen di dunia atau karena faktor lain. Tapi, perjalanan sejarah perempuan yang penuh perjuangan, nyatanya tidak cukup mengubah konstruksi yang sudah mengakar di kepala manusia, bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah dan selalu berada di posisi kedua.
Dalam budaya jawa, seringkali perempuan dikonsepkan sebagai 'rencang wingking', hanya boleh berada ‘dibelakang’. Sebagian besar masyarakat jawa juga menjadikan anak perempuan sebagai among dalam keluarga, yaitu dapat mengemban tanggungjawab yang di bebankan kepadanya. Terutama tanggungjawab dalam hal-hal yang berkenaan dengan rumah tangga. Seperti menjaga adik-adiknya, membereskan rumah dll. Ketelitian seorang perempuan juga sangat di butuhkan dalam memandang hidup sehari-hari.
Pada hakekatnya, keberadaan seorang perempuan tidak boleh diremehkan. Melalui merekalah lahir manusia-manusia yang akan menjadikan dunia ini bermacam-macam, penuh warna. Ada yang menjadi pemimpin, pengusaha, ilmuwan, professional dll. Tidak sepatutnya seseorang menjadi kecewa karena memiliki anak perempuan, apalagi berjumlah banyak. Ambil positifnya saja bahwa kelak nanti akan dapat membantu mengatur rumah tangga dan menjadi penjaga ketika umur sudah tua. Dan yang lebih penting lagi, dapat selalu mendoakan orang tuanya.
Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaama…

11 Februari 2008

Kingkong

Sabtu pagi, saya kaget setengah mati ketika membaca sebuah koran nasional. Di halaman depan, terpampang sebuah foto berukuran besar dengan gambar seekor kingkong sedang di gotong orang dengan cara di tandu rame-rame. Kingkong tersebut merupakan kingkong gunung yang sudah mati. Kejadian itu terjadi di daerah Kongo, Afrika.
SUMPAH saya kaget dan getun... 'hari gini' ternyata masih ada makhluk sejenis kera yang berukuran sangat besar. Nggak pernah terbayang di benak saya bahwa suatu hari akan mendapati realita ternyata kingkong sebenarnya masih ada. Sebelumnya memang saya kenal dan tau makhluk tersebut hanya dari film-film, cerita-cerita di majalah dan poster punya anak saya yang menggambarkan bahwa kingkong termasuk dalam kategori 'wild animal'..... iiih, merinding. Sampai detik ini, saya masih belum percaya bahwa makhluk itu ada, nyata dan real. Fabiayyi aalaa'i robbikumaa tukaddzibaan...
Terbayang seandainya suatu saat saya sedang sendirian di tengah hutan, dan kemudian di sambangi makhluk tersebut..... hiiiiihhh... Denger suaranya aja, pasti saya akan sangat ketakutan. Iiiiih... naudzubillah tsumma naudzubillah.
Kemudian kebayang juga seandainya makhluk tersebut nyata dan berada di salah satu kebun binatang di Indonesia, saya adalah orang yang pertama kali akan melihatnya. Selain untuk menghilangkan rasa takut, saya juga ingin percaya bahwa ternyata Allah menciptakan makhluk berjenis-jenis.
Sampai disini, ternyata keimanan saya masih kurang. Saya masih belum percaya bahwa Allah itu Maha Pencipta. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala zat yang ada di bumi ini...

05 Februari 2008

Ketika internet BELUM menjadi suatu kebutuhan

Ketika pertama kali saya menenal internet, kira-kira tahun 1994, saya penasaran sekali gimana cara untuk mengoperasionalkannya. Apakah ada cara-cara khusus yang harus dipelajari?, kenapa harus ada modem?, gimana caranya kok gambar dari luar negri bisa dilihat di Jakarta?, dan semua pertanyaan-pertanyaan apakah, kenapa dan gimana yang terus-terusan menari di benak saya. Sempat pesimis juga bahwa saya tidak akan pernah bisa menguasai apa itu internet. Bahkan, menurut saya hal tersebut adalah sesuatu yang rumit, sulit dan hanya orang-orang yang faham betul tentang komputer yang akan mampu mengerti tentang internet.
Pada waktu itu, memang baru segelintir orang yang tau tentang internet. Sedikit-sedikit saya dengar apa itu email, yang ternyata kepanjangan dari Elektronic Mail (surat elektronik). Padahal yang saya tau, email itu kan merupakan lapisan gigi. Terus saya juga denger tentang HTTP. Katanya kalo mau buka alamat di internet, harus pakai HTTP. Ah, repot amat sih pake kode-kode. Rumit sekali. Semakin pupus sudah harapan saya mengetahui lebih dalam mengenai inernet.
Lama saya merenung dan tidak tau apa yang harus diperbuat oleh keberadaan internet. Harganya pasti mahal sekali dan mustahil saya punya internet. Saya sempat mengutarakan ke suami saya, ingin kursus tentang inernet. Hehehe, norak ya.
Beberapa tahun kemudian, akhirnya saya bersahabat dengan internet. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari tentang internet. Dari mulai membaca buku, tanya kepada teman dan mengira-ngira sendiri apa itu internet. Pernah juga kepikiran, internet itu seperti robot, yang harus diperintah sesuai dengan keinginan kita. Dan bahwa internet merupakan penghubung dunia luar sehingga bisa menjadi dekat terhadap kita. Lama saya belajar dan belajar.
Sekarang ini, internet sudah merupakan suatu kebutuhan. Bukan primer, tapi sekunder. Ada juga yang memposisikan bahwa internet merupakan kebutuhan primer, sehingga seseorang sangat tergantung dan seolah 'tidak bisa hidup' tanpa internet. Ada yang berpikiran 'bodo amat' tentang internet, toh kalo nggak bisa juga nggak dosa kok dan nanti di akherat juga nggak bakal ditanya sama malaikat, 'bisa internet apa tidak'.
Akhir-akhir ini saya lagi 'galak' sama orang yang "hari gini" nggak ngerti tentang internet. Apalagi orang-orang tersebut adalah orang yang selama ini harus dan mau nggak mau bersentuhan dengan internet. Segala fasilitas yang disediakan tidak dipakai secara maksimal. Bahkan, nulis email aja ada yang sampai gemetaran dan keringat dingin. Padahal, kalo salah juga nggak dosa, hehe. Ada saja alasan-alasan orang yang tidak mau menggunakan internet. "Saya bukan tipe orang di balik meja", "saya tidak suka dunia maya yang penuh kebohongan", "saya tidak ada waktu menghabiskan berjam-jam di depan komputer", dan seabrek alasan lain. Padahal semua alasan tersebut adalah ekspresi dari MALAS atau memang TIDAK BISA TAPI MAU NANYA KOK GENGSI atau memang AWARENESS NYA YANG TIDAK ADA.
Saya tidak boleh sombong. Karena dulu waktu baru mengenal internet, saya juga seperti kebo bingung. Beruntungnya saya adalah, pada waktu itu memang banyak orang yang belum tau tentang internet karena keberadaannya yang relatif masih baru. Dan saya juga belum mempunyai urusan yang berkaitan dengan internet. Tapi, saya mau BELAJAR dan SADAR bahwa suatu saat internet akan menjadi suatu kebutuhan, entah kapan. Dulu juga tidak terbayang, setelah beberapa tahun kemudian, menjadi kenyataan.
Kemudian...
  • ketika pakaian belum menjadi suatu kebutuhan, akankah kita mau membeli pakaian?
  • ketika mobil belum menjadi suatu kebutuhan, akankah kita mau belajar nyetir mobil?
  • dan ketika udara belum menjadi suatu kebutuhan, apakah kita tidak akan bernafas?

dan, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, saya harap mampu mewakili jawaban dari : KETIKA INTERNET BELUM MENJADI SUATU KEBUTUHAN, APAKAH KITA TIDAK PERLU MEMPELAJARINYA???

02 Februari 2008

Keranjingan nge-blog

Entah ada angin apa, akhir-akhir ini, tiba-tiba suami saya jadi keranjingan nge-blog. Saya juga nggak ngerti, kenapa baru 'hari gini' dia baru akrab dengan blog, hehehe. Saya sudah lama kenal blog. Di archive Blogspirit saya, tercatat sejak Juni 2005. Sampai saat ini, saya punya 2 blog. Dulu suami saya sering nanya, "buat apa sih blog, apa manfaatnya?". Saya nggak pernah memberikan penjelasan banyak tentang blog kepada suami saya. I hope, one day he understand what blog is.
Sebenarnya, apa sih BLOG itu ?. Berikut penjelasan yang saya kutip dari www.balipost.co.id/
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ''catatan perjalanan'' seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar ''cerdas'' mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.
Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita ''mengintip'' isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi diary online yang berada di internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain.
Blog adalah salah satu dampak dari pesatnya perkembangan internet, termasuk di Indonesia. Blogging sudah menjadi santapan sehari-hari bagi sebagian masyarakat. Pada masa awal kelahirannya, blog dipandang sebelah mata dan cenderung dilecehkan. Sampai sekarang pun, sikap mencibir dan sikap nyinyir terhadap blogger tidak pernah hilang. Disebutlah blogger itu narsis dan buang-buang waktu percuma.
Mengapa harus blogging?. Wimar Witoelar mengatakan bahwa para blogger adalah orang-orang yang berani bersikap. "Mereka menulis perasaan, pandangan, dan sikap di blog mereka dengan jujur." kata Wimar. Blog juga mencerminkan wajah dan kepribadian pemilik blog yang sesungguhnya. Di masa depan, kualitas sebuah blog sangat ditentukan dari isinya.
Saya sendiri, nge-blog hanya untuk menyalurkan hobi menulis saya. Daripada saya banyak omong, malah nanti dibilang cerewet, kan lebih positif banyak nulis. Tulisan-tulisan saya di blog juga cenderung yang ringan-ringan saja. Dan memang saya tidak mau yang berat-berat. Sehari-hari kita udah di sumpek kan dengan persoalan hidup, ngapain juga saya nulis yang berat-berat. Malah bikin pusing. Yang penting kan enak dibaca secara tulisan itu berbobot atau enggak...

31 Januari 2008

Dewi Persik dan OSIS (ojo senggol iki susu)

Beberapa hari belakangan, saya di 'geli' kan dengan tayangan infotainment yang menyajikan sesuatu yang membuat saya sebagai seorang wanita dibikin malu, geli dan gemas. Betapa tidak, tayangan tersebut menyajikan (yang secara sengaja atau tidak sengaja terekam kamera), seorang biduan dangdut, Dewi Persik, dengan pakaian seronoknya (sekali lagi) entah sengaja atau tidak, dipegang bagian (maaf) atas payudaranya oleh tangan usil (entah tangan siapa). Dan karena kaget, Dewi Persik marah dan akhirnya sang biduan pun menonjok orang itu dengan pukulan sangat telak...
Wah, hebaaat... asli, saya kaget bercampur bengong. Mengingat masih hangatnya status janda yang di sandang Dewi Persik. Dan, yang menjadi penyebab perceraian justru masalah baju yang terlalu terbuka. Saiful Jamil, mantan suami Dewi, memang sangat tidak setuju apabila istrinya memakai baju terlalu seksi, apalagi dilihat oleh banyak orang. Sebagai seorang suami, sangat wajar untuk turut menjaga kehormatan istri.
Ketakutan Saiful Jamil sekarang terbukti dengan kasus 'senggol susu' itu. Sebagai seorang wanita, saya marah. Pelecehan itu namanya. Tapi, orang tidak akan berbuat sak geleme dewe kalo tidak ada media nya. Udah tau sering berada di antara orang banyak, mbok ya jangan 'ngligo' (bahasa jawa = telanjang dada), sehingga dengan gampang orang gemas ingin mencolek.
Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, termasuk Dewi Persik. Mungkin, dia harus berpakaian seperti itu kalo memang mau dapet rezeki. Dan juga, tidak menyalahkan pelaku pencolekan tersebut. Wong cemepak (tersedia) kok, ya dicolek. Namanya juga manusia normal.
Yang membuat saya senang dalam adegan tersebut adalah : ketika si Dewi nonjok. Hebaaat... saya sendiri sudah lama ingin melakukan itu (nonjok orang). Tapi gak pernah kesampean. Apalagi yang ditonjok adalah orang laki-laki. Sekali lagi saya salut atas keberanian Dewi Persik melakukan adegan tersebut.
Suatu saat, jika saya berkesempatan ketemu dengan Dewi Persik, saya ingin konsultasi gimana caranya ngumpulin nyali sehingga bisa berlaku demikian. Dan terus terang, tindakan tersebut saya dukung. Apa salah kalo seseorang berbuat kekerasan, hanya semata untuk membela diri?. Dewi Persik, sebagai seorang publik figur, tidak seharusnya melakukan tindakan tersebut. Tetapi, siapapun akan bersikap sama dengan dia kalo harga dirinya di lecehkan.
Dalam Al Qur'an, ada ayat yang menyatakan "yudniina jalaabiibihinna", artinya kurang lebih adalah : "ulurkan jilbabmu (wahai para wanita)". Pada dasarnya, Islam telah mengajarkan sesuatu yang benar, tinggal kita sebagai manusia, bisa menerapkan aturan itu atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya kembali kepada pribadi masing-masing tentunya...

13 Januari 2008

Apa kabar dunia...

Apa kabar dunia?, apakah dirimu masih penuh dengan basa basi cinta?...
Kebetulan pekerjaan saya berkaitan dengan "menyapa dunia". Apalagi 3 bulan belakangan, saya kebanyakan travelling. Pernah pada suatu hari, pagi di Jakarta, siangnya di Surabaya, malamnya di Ponorogo dan pagi berikutnya saya di Solo... kayak orang kaya gitu, hehehe, moving teruuus...
Dan pernah lagi, dalam satu minggu saya berada di 3 negara berbeda dengan weather, culture and food berbeda pula. Mending kalo saya perginya for pleasure gitu, wong saya harus arrange orang-orang. Berbagai masalah pasti akan muncul, karena menghadapi banyak orang di negara orang lain. Seruuu...
Teman-teman saya berkomentar, "enak banget sih jalan-jalan teruuus...". Hihihi, emang enggak capek?, enggak pusing?, enggak stress?. Karena, saya jalannya bukan untuk diri saya, tapi mengatasnamakan orang.
3 hari kemaren, saya baru sampai Jakarta lagi setelah 'menyapa dunia' ke beberapa negara. Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk melaksanakan tugas tersebut, walaupun saya juga harus mengorbankan beberapa hal.
Hidup adalah sebuah pilihan dan semua perbuatan yang kita jalani harus dapat dipertanggungjawabkan. Dunia ini indah, dan seharusnya pula kita menghadapinya dengan penuh suka cita.

Selamat tahun baru Hijriyah

Disadari atau tidak, bahwa dunia ini banyak diwarnai oleh tahun (hehe). Ada tahun Masehi, Hijriyah, Imlek dan masih banyak lagi. Dan yang menarik adalah, semakin lama, awal tahun pada tahun tahun tersebut, saling berdekatan. Enaknya, jadi banyak libur dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Meskipun terlambat, saya mengucapkan :
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1429H
semoga, dapat menjadi awal yang baik dalam menjalani hidup.

01 Januari 2008

Selamat tahun baru Masehi

mbakyucantik mengucapkan :

SELAMAT TAHUN BARU 2008

semoga di tahun ini dapat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan segalanya akan menjadi lebih baik...